Artikel dengan tag "reologi"
Siapa pun yang pernah memegang stoples krim mahal dan berpikir, "Bagaimana jika saya bisa membuat sesuatu yang lebih baik?" sudah berada di ambang kimia kosmetik. Membuat krim pelembap sendiri bukan sekadar mencampur minyak dan air. Mencapai tekstur yang tepat, rasa nyaman yang tahan lama di kulit, dan hidrasi yang nyata memerlukan pemahaman mendalam tentang formulasi yang sesuai dengan standar Peraturan BPOM No. 25 Tahun 2025.
Serum adalah salah satu produk yang paling kompleks secara teknis sekaligus paling diminati dalam perawatan kulit DIY. Di sinilah seorang formulator pertama kali menghadapi kebutuhan untuk mengelola viskositas, pH, kompatibilitas bahan aktif, dan stabilitas sistem secara bersamaan. Resep serum yang dirancang dengan baik
Pertanyaan seputar kulkas — mengapa penyimpanan dingin tidak otomatis membuat emulsi Anda lebih aman. Di Walker Formulation Academy, kami sering menjumpai salah satu mitos paling gigih dalam perawatan kulit DIY — keyakinan bahwa kulkas secara otomatis membuat produk lebih aman.
Lulur badan adalah salah satu produk pertama yang dibuat oleh formulator rumahan. Terlihat sederhana: ambil gula, tambahkan minyak, campur — selesai. Namun, di situlah letak jebakannya: sebagian besar lulur buatan sendiri akan terpisah dalam seminggu, mengiritasi kulit, atau hanya terbuang sia-sia saat dibilas.
Zona periorbital adalah salah satu area yang paling menuntut dalam kimia kosmetik. Kulit di sini 4–5 kali lebih tipis dibandingkan di pipi, hampir tidak memiliki kelenjar sebasea, dan terus-menerus mengalami tekanan mekanis akibat ekspresi wajah. Inilah alasan mengapa peptida untuk area mata menjadi salah satu kelas bahan aktif yang paling dicari.
Xanthan vs. guar gum: muatan, reologi, dan sifat pensuspensi. Eksperimen: 0,8% guar + 0,2% xanthan = viskositas maksimum. Sinergi gum, uji formula gel pada pH 4, dan rekomendasi praktis sesuai standar notifikasi BPOM.